by

STKIP Pangeran Dharma Segeran Miliki Doktor Baru

Indramayu, KN

Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Pangeran Dharma Kusuma Segeran Kabupaten Indramayu Jawa barat, kini berbangga karena memiliki doktor baru.

Pasalnya Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah DR. Wahyu Iryana S.Hum, M.Ag dinyatakan Lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sejarah Fakultas ilmu budaya Universitas Padjadjaran dengan judul disertasi Gerakan Syiah Di Jawa Barat (abad ke 16 hingga ke 20).

Dr. Wahyu Iryana S. Hum. M.Ag. lahir 12 Januari 1985 merupakan putra asli pawidean yang menyelesaikan S1 dan S2 di UIN Bandung. Wahyu Iryana selama mempresentasikan disertasinya cukup santai dan tenang sehingga para penguji merasa puas dengan disertasi tersebut. bahkan ketua tim promotor Prof. Dr. Nina Herlina, MS. merasa bangga atas bimbinganya selama ini.

Hadir pada saat sidang terbuka Pimpinan Kampus putih Stkip Pangeran Dharma, keluarga besar UIN Bandung, Pengurus PW NU Jabar, Pengurus Ansor Indramayu dan keluarga turut menyaksikan jalannya sidang tersebut.

ketua STKIP Taufik zaenal Musthofa kepada Wartawan KN merasa bangga karena SDM kampus putih semakin meningkat.dikatakannya Taufik sudah ada 2 dosen yg doktor ilmu sejarah, sehingga diyakini 2021 prodi sejarah menjadi prodi yang unggul di jawa Barat. “Sebelumnya kami juga memiliki dosen yg baru lulus program doktor ilmu sejarah Unpad yaitu DR. Eva Nurarofah, M.Hum,”ujarnya.

Disaat yang sama, Sekretaris Yayasan Ibu Hj. Chodijah saat dihub melalui ponselnya mengatakan bahwa sudah saatnya SDM yg dimiliki oleh STKIP terus ditingkatkan karena disamping tuntutan karir juga dapat meningkatkan kualitas lulusan kampus putih. Alhamdulillah Dosen-Dosen kami baik STKIP maupun STAIS sedang menempuh pendidikan doktoral sehingga diharapkan 2024 sudah 85% dosen kampus putih bergelar doktor. ini adalah bukti keseriusan kami dalam mengelola pendidikan, jelas Miftah.

Sidang yang di ketuai oleh Yuyu Risagarniwa, M.Ed. P.hd , pada Selasa (13/8/2019) berlangsung hidmat dan lancar. (Idi.S/ Rif).

Comment

Kabar Nusantara News Feed